Flash Info

Loading...

Rabu, 12 Januari 2011

Sejarah Sebenarnya Mengenai Perang Sparta vs Persia Dalam Film The 300

Sudah pernah nonton film The 300 gag?? 
Buat para pecinta film-film genre perang antar kerajaan ini pastinya gag bakal terlewatkan ya.
Memang film ini sudah tayang sejak tahun 2007 silam dan diangkat dari novel bergambar karya Frank Miller.
Tapi sejarah mengenai perang ini yang lebih di kenal dengan "The Battle of Thermopylae" memang benar-benar ada lho,
tetapi film yang dibuat oleh American Film ini terlalu melebih-lebihkan dan mengurangi atau malah menyembunyikan sejarah sebenarnya mengenai perang legendaris antara bangsa Spartan dan Persia ini.


Karena itu film The 300 sempat menjadi kontroversial di beberapa kalangan, hal ini dikarenakan terlalu berlebihannya bansa Persia yang di tampilkan di filem ini.

Mereka digambarkan sebagai pasukan abadi berwajah buruk, monster, dan sebagainya.
Yaudah langsung aja dah..nih sejarah sebenanya mengenai perang ini :


1. Utusan Persians yang didorong masuk ke dalam sumur sebetulnya bukan utusan King Xerxes, melainkan peristiwa itu terjadi pada masa pemerintahan King Darius, ayah dari Xerxes yang pernah dikalahkan oleh Athenians (orang2 Athens). Sewaktu pemerintahan Darius ada 2 kota di eropa yang melawan yaitu Athena yang mendorong utusan Persia ke dalam jurang, dan Sparta yang mendorong utusan ke dalam sumur.

2. Pandangan dalam film ini mengenai orang Persia (Iran) adalah orang Persia di mata Greeks. Selama lebih dari 2000 tahun, pandangan orang eropa terhadap asia sangat dipengaruhi pandangan Greeks terhadap Persians. Kata barbarians from the East ada sejak peristiwa penyerbuan Persia ke Eropa, sampai sekarang masih mempengaruhi pandangan dunia modern (Western world) terhadap orang Asia.

3. King Leonidas walaupun berstatus raja Sparta, sebetulnya adalah seorang Commander dalam pasukan Greek. Jadi dia diutus oleh Athenians memblokir masuknya Persia untuk beberapa hari saja. Kenapa? Karena Athenians saat itu mengosongkan kota2 besar di Greeks, mengungsikan wanita dan anak2, serta mempersiapkan pasukan navy nya yang terkenal untuk memukul armada laut Persia yang sebetulnya gak punya pengalaman sama sekali berperang di laut. Selain itu jumlah pasukan yang terlibat perang Thermopylae, sebetulnya memang betul 300 Spartans, tetapi dibantu lagi oleh 700 tentara Thespians. Dan mereka semua nya mati mempertahankan tembok batas untuk membiarkan ratusan pasukan yang lain retreating, jadi bukan nya lari karena takut.

4. Xerxes (biasa disebut Ahuramazda di pelajaran sejarah waktu sekolah), bukanlah orang sadis seperti yang digambarkan di film 300. Xerxes disebut sebagai Raja setengah Dewa, karena dia adalah seorang ZOROASTRIAN. Yaitu orang yang menganut ajaran dari Zoroaster (Zarathustra dalam bahasa Yunani) dimana ajaran nya memberikan basic bagi lahirnya agama Christian dan Islam di kemudian hari. Ajaran Zoroaster adalah bahwa God is all good, all just but not all powerful. Karena kalau all powerful maka there will only be good and no evil. Seorang Raja menurut ajaran Zoroaster adalah orang yang bertindak atas nama God, sehingga harus mencerminkan keadilan. Pembunuhan tidak bisa diganjar hukuman mati, apabila dilakukan hanya satu kali. Juga sebagai raja, Xerxes tidak pernah memaksakan daerah taklukan nya untuk ikut menjadi Zoroastrian. Setelah ditaklukan oleh Persia, Egypt masih tetap melakukan tradisi pertuhanan mereka dengan bebas. Oh iya, penggambaran oleh Herodotus: Persians mengenakan jubah dan celana panjang saat perang, tidak seperti orang Greek. Makes you wonder kenapa di film 300 digambarkan Xerxes banyak di tindik2 dan pake rantai??? But it's cool....

5. Keburukan nama Xerxes di mata Greeks hanya karena perbedaan ideology dan prinsip. Greeks yang dipimpin oleh Athenians adalah negara democracy, dan bukan monarki. Walaupun beberapa states di Greeks mempunyai raja, tetapi suara raja tidaklah absolute seperti di Imperium Persia. Karena nya Greeks melihat gaya Xerxes seperti orang Barbarians. Padahal Sparta yang di film selalu bicara masalah freedom, adalah satu2 nya states di Greek yang masih mempraktekkan absolutisme ala komunis (bukan monarki). Contohnya ortu berhak membunuh anak2 nya yang cacat, anak2 usia 7 tahun harus masuk barak militer, dll. Di dalam film dijelaskan juga. Bahkan di film pun diberikan gambaran jelas bagaimana Leonidas menganggap Athenians adalah banci karena art dan culture mereka yang lebih maju. Sebetulnya sih, Athenians punya pasukan darat dan laut yang lebih hebat dari Spartans karena mereka punya banyak ahli strategy.

6. Yang memimpin peperangan setelah Thermopylae adalah Athenians, sebagai pusat civilization Greeks. Bukan seperti di film yang di jelaskan bahwa 10 ribu Spartans memimpin 30 ribu tentara Yunani. That is soooo wrong! Greek strategist posisinya di Athena dan Leonidas bukan atas prakarsa sendiri bertempur mencari mati di Thermopylae, melainkan menjalankan strategy dari Athena.

7. Banyak orang yang protes kenapa koq tentara Persia berkulit hitam dan seperti monster di film 300, padahal orang Persia harusnya berkulit putih. Sewaktu Ahuramazda membawa pasukan ke Yunani, butuh 4 tahun untuk mengumpulkan tentara dari seluruh negara jajahan. Jadi yang berperang di Thermopylae, Platea ataupun Salamis bukan hanya orang Persia tetapi banyak orang Africa berkulit hitam yang merupakan budak. Of course masalah tampang seperti monster adalah prejudice pandangan orang Greeks terhadap orang Persians yang diberi lukisan komik. Greeks menggambarkan Barbarians sebagai orang yang menakutkan dan membawa bencana di seluruh Greece. The artist put it in a monster-like picture, but in a sense that is the actual prejudice that has been addressed to the Persians through the Greeks’ eyes. Banyak gossip bahwa orang Iran protes keras terhadap film ini, tetapi harus diingat bahwa film ini adalah adaptasi dari sebuah prejudice suatu ras (Greeks) terhadap penyerang wilayahnya (Persians). Jadi sebetulnya film ini bukan mendiskreditkan orang Iran secara khusus. Walaupun harus diakui bahwa film ini membuat Ahuramazda kelihatan seperti seorang Barbar yang bodoh dan gak berdaya. Mungkin ini juga yang bikin orang Iran sebel yah.

8. Jasad Leonidas saat ditemukan oleh tentara Greek adalah tanpa kepala. Kepala Leonidas di penggal dan ditancapkan di sebuah stake, sebagai peringatan kepada Greek bahwa Leonidas telah dibunuh oleh tentara Immortals dari Persia. Sementara juga sebagai peringatan kepada tentara Persia (terutama budak2) bahwa Spartans dan Thespians dalam hal ini kepala Leonidas mewakili Greeks, hanyalah mortals. Di film kematian Leonidas menyambut panah, bisa jadi benar, karena pasukan Persia baru bisa menggunakan panah setelah menemukan jalan tembus dari belakang gunung. Jadi adegan ‘fighting in the shade’ itu gak ada, karena dari sisi tersebut pasukan Persia betul2 tidak punya kebebasan bergerak apalagi melepaskan panah dari kejauhan.



Bagaimana menurut Anda??




sumber : wikipedia.com

2 komentar: